Tampilkan postingan dengan label KITAB I'TIKAF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KITAB I'TIKAF. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

Apakah Boleh Orang yang Sedang Beri'tikaf Keluar Dari Pintu Masjid Untuk Suatu Keperluan?

982]Diriwayatkan dari Shafiyah radhiallahu anha, istri Nabi SAW bahwasanya ia pernah mengunjungi beliau sewaktu i'tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia berbicara dengan beliau beberapa saat, kemudian ia mohon diri untuk kembali. Maka Nabi SAW bangkit untuk mengiringnya. Sehingga ketika beliau sampai di pintu masjid, yakni pintu Ummu Salamah, melintas dua orang dari Anshar, lalu keduanya memberi salam kepada Rasulullah SAW. Kemudian Nabi SAW bersabda kepada keduanya," Tenanglah kalian berdua, sesungguhnya perempuan ini adalah Shafiyah binti Huyay". Kedua orang itu berkata," Maha Suci Allah, ya Rasulullah," keduanya menganggap persoalan yang dilihatnya besar  (persangkaan yang tidak baik terhadap terhadap Nabi SAW). Maka Nabi SAW bersabda, " Sesungguhnya syaithan itu berjalan pada tubuh manusia melalui peredaran darah, dan sesungguhnya aku khawatir jikalau syaitahn itu melemparkan sesuatu kedalam hati kamu berdua".(H.R;Bukhari:2035).


Ringkasan Shahih Bukhari hal. 539-540, Karya Zainuddin Ahmad Bin Abdullathif Al-Zabidy

Sabtu, 11 Juli 2015

Mendirikan Kemah Di Dalam Masjid

[981] Diriwayatkan dari Aisyah radiallahu anha, bahwasanya Nabi SAW apabila hendak beri'tikaf, pernah ketika beliau hendak kembali ke tempat beliau, tiba-tiba beliau melihat beberapa kemah, yakni kemahnya aisyah, kemahnya Hafshah, dan kemahnya Zainab, maka beliau bersabda, "Apakah kalian bisa mengatakan bahwa kemah-kemah ini baik bagi kalian?". Kemudian beliau pulang dan tidak beri'tikaf sehingga beliau beri'tikafsepuluh hari di bulan Syawal". (H.R;Bukhari:2034).


Ringkasan Shahih Bukhari hal. 539, Karya Zainuddin Ahmad Bin Abdullathif Al-Zabidy

Jumat, 10 Juli 2015

I'tikaf Di Malam Hari

980] Diriwayatkan dari Umar RA. bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi saw, "Aku pernah bernazar di zaman jahiliyah untuk beri'tikaf semalam di masjidil haram. Nabi SAW bersabda, " Tepatilah nazarmu itu". (H.R;Bukhari:2032).
Ringkasan Shahih Bukhari hal. 538, Karya Zainuddin Ahmad Bin Abdullathif Al-Zabidy

Senin, 06 Juli 2015

I'tikaf Tidak Masuk Rumah Kecuali Ada Hajat

[979] Diriwayatkan dari Aisyah radiallahu anhuma, ia berkata,"Pernah ketika Rasulullah SAW sedang i'tikaf, beliau memasukkan kepala beliau pada pintu kamarku sementara badan beliau tetap berada di masjid, kemudian aku menyisiri rambut beliau. Dan beliau tidak pernah masuk rumah (ketika i'tikaf) kecuali kalau ada keperluan (yang mendesak)".(H.R;Bukhari:2029).

Ringkasan Shahih Bukhari hal. 538, Karya Zainuddin Ahmad Bin Abdullathif Al-Zabidy


Jumat, 03 Juli 2015

I'tikaf Di Malam Terakhir Dan Dilaksanakan Di Masjid

[978] Diriwayatkan dari Aisyah radiallahu anhuma, istri Nabi SAW bahwasanya Nabi SAW senantiasa melaksanakan i'tikaf di sepuluh malam terakhir dari ramadhan hingga beliau mengahadap ke haribaan Allah Azza Wajalla, kemudian istri-istrinya beri'tikaf sepeninggal beliau". (H.R;Bukhari:2026)

Ringkasan Shahih Bukhari hal. 538, Karya Zainuddin Ahmad Bin Abdullathif Al-Zabidy